6 Hal Terkait Keungan Yang Harus Diingat Saat Siap Menikah

Share this article with other mums

Sebelum mengambil langkah berikutnya dalam pernikahan pastikan bahwa Anda siap secara finansial, untuk membentengi diri dari patah hati di kemudian hari.

Oke, jadi kamu dan pasangan sudah lama jalan bareng, sudah merasa siap untuk mulai berpikir memikirkan tentang pernikahan dengan serius, termasuk rencana bulan madu di Maldives, dan sederet ide menata rumah serta berapa banyak bayi yang ingin kalian punya—pokoknya punya banyak bayi deh!

Tapi jangan terbawa suasana; coba kita berhenti sejenak dan berpikir dengan kepala dingin.

Apakah benar Anda sungguh-sungguh siap untuk menikah? Tentu, hal ini merupakan pertanyaan yang sangat berat, namun kita tentunya tak bisa menghindari pertanyaan ini seumur hidup. Apakah Anda betul-betul siap secara finansial untuk menikah?

Lagipula, pernikahan tidak melulu mengenai bukit berbunga dan kupu-kupu berterbangan—tapi juga termasuk membayar banyak tagihan, anggaran belanja rumah tangga, gumoh bayi, dan banyak tindakan memberi dan menerima. Faktor keuangan juga disebut sebagai penyebab perceraian #1, jadi semestinya Anda tidak serta-merta menyapu permasalahan yang bikin males banget dan menyembunyikannya di bawah keset.

Sebelum membuat komitmen, coba cek kondisi keuangan Anda coba ajukan beberapa pertanyaan di bawah ini terhadap diri sendiri:

Sebelum membuat komitmen, coba lihat baik-baik catatan keuangan Anda dan tanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini pada diri sendiri.

1. Sudahkah Anda membicarakan perihal keuangan bersama pasangan?

Ya, saya paham jika perkara uang bukanlah topik yang menyenangkan dan kadang menimbulkan ketidaknyamanan untuk dibahas, tapi jika sudah memutuskan untuk menikah, cepat atau lambat Anda akan membicarakannya dan pastikan bahwa saat melakukannya, Anda akan menatap mata pasangan Anda dalam-dalam.

Pembicaraan keuangan ini tak hanya berlangsung sekali. Agar perencanaan finansial pasangan menikah berlangsung tanpa hambatan, Anda dan pasangan harus secara rutin memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama.

Jika tak yakin mengenai garis besar tema yang harus dibahas, cobalah untuk menyambangi workshop keuangan pribadi bersama. Atau coba cek artikel ini untuk mengetahui topik apa saja yang harus Anda diskusikan berdua

2. Sudahkah Anda memiliki tujuan finansial?

Ada nasihat yang berbunyi “gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan” dan sesungguhnya hal ini sangatlah berkaitan saat bicara mengenai kondisi keuangan pribadi. Memiliki tujuan finansial adalah suatu keharusan, sekalipun Anda belum berencana menikah dalam waktu dekat.

Coba tanyakan hal ini pada diri Anda: Kira-kira di mana Anda akan berada 5 atau 10 tahun dari sekarang? Langkah-langkah apa saja yang sudah diambil untuk menuju ke sana? Bagaimana hal ini bisa berubah saat keuangan pasangan Anda terlibat di dalamnya? Apakah keuangan keluarga juga sudah termasuk dalam pembukuan?

3. Apakah Anda berhutang?

Bahkan jauh sebelum berfikir mengenai pernikahan, Anda dan pasangan mestinya menjalani gaya hidup sesuai kemampuan. Jika ternyata ada hutang terlibat, tidak masalah, asalkan Anda sudah punya rencana matang untuk membayarnya tuntas, dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Pernikahan bisa membuat pengeluaran Anda membengkak, terutama setelah memiliki anak, jadi semakin cepat menuntaskan tanggungan Anda, semakin baik.

4. Bisakah Anda mempercayakan pasangan terkait keungan?

financially ready for marriage siap keuangan untuk menikah

Apakah pasangan Anda payah dalam urusan keuangan? Pernah dengar kan kisah-kisah horor tentang mereka yang ternyata baru paham bahwa pasangannya bermasalah dengan judi/punya hutang segunung/dll setelah menikah? Tidak berarti Anda harus banget punya pasangan berpofesi sebagai analis keuangan, namun pastikan Anda memahami tanda-tandanya.

5. Apakah rencana Anda cukup realistis?

Visi pernikahan yang Anda rencanakan harus sejalan dengan kenyataan—beneran nih rencana membeli Apartemen dengan 3 kamar tidur dengan tagline Selasa harga naik, sesuai di kantong? Dan jika Anda sungguh sudah siap berencana memiliki momongan, apakah Anda akan menempuh segala aral melintang untuk mengirimkan mereka ke sekolah internasional ternama, persis seperti sekolahnya anak-anak sepupu Anda?

Memiliki impian dan tujuan semenjak dini tentulah hal yang baik, namun Anda juga mesti membedakan antara keinginan dan kebutuhan, dan mampu menyesuaikan antara dua kutub ini.

6. Apakah Anda sungguh siap beralih dari “punyamu atau punyaku” menjadi “punya kita bersama”?

Akui saja: kita semua memiliki kecenderungan bersikap egois. Namun saat kita menikah, kita harus menyediakan ruang bagi orang lain dalam kehidupan kita, bahkan secara signifikan membiarkan mereka mempengaruhi kondisi keuangan kita. Sudahkah Anda memutuskan untuk membuka rekening bersama atau tidak? Sekalipun Anda dan pasangan sudah bersama selama bertahun-tahun, ada beberapa hal yang butuh tindakan tanpa pamrih, melampaui pernikahan itu sendiri.

Saat menikah, Anda bersumpah tetap bersama dalam susah maupun senang, apapun yang terjadi. Satu langkah awal menjadi pribadi yang siap secara finansial dan mampu melanjutkan ke jenjang pernikahan dimulai dari berkaca ke dalam diri sendiri. Dengan mengetahui posisi Anda dan pasangan secara pasti, Anda akan mampu membuka lembaran baru kehidupan yang lebih bermartabat.

 

Indonesia Perjalanan Hidup Single Menikah