Saya Kehilangan Segalanya: 4 Kisah Kekayaan Sesaat yang Dapat Kita Pelajari

Share this article with other mums

Para orang kaya ini kehilangan harta mereka dan ingin membagi kisahnya.

Apa yang naik, harus turun kembali. Anda bisa jadi tengah menikmati hidup yang mewah saat ini, namun siapa yang tahu besok aka nada cerita yang berbeda? Dari Reddit, berikut adalah kisah kekayaan sesaat dari sejumlah orang yang kehilangan hartanya dalam sekejap.

Baca artikel ini dan pastikan anda tidak melakukan kesalahan yang sama.

(Kisah ini telah diedit untuk kepentingan privasi)

1. Keputusan investasi yang buruk

“Orang tua saya hidup sangat hemat dan memiliki tabungan yang banyak. Mereka kemudian menutup bisnis yang mereka telah jalani selama ini dan menyewakan bangunan yang selama ini mereka gunakan.

Sayangnya mereka tidak menyadari bahwa biaya sewa yang mereka dapatkan bisa menutupi tagihan sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi. Bekerja selama ini membuat mereka berpikir bahwa mereka harus melakukan semua investasi dan menjalani bisnis.

Investasi terbesar mereka pun akhirnya berjalan mundur dan gagal. Mereka harus menjual bangunan tersebut untuk membayar hutang-hutang mereka. Saat ini mereka tidak memiliki tabungan tersisa untuk masa tua.

Nasihat terbaik saya untuk generasi muda adalah ambil semua dana pensiun yang ditawarkan perusahaan anda. Hidup hematlah dan menabung sedikit demi sedikit.”

gilahacker

2. Investasi bermasalah

Istri kakak saya seorang multimiyarder dan saat ini justru hidup dengan mengandalkan jaminan sosial dan properti kecil-kecilan yang mereka sewakan. Kakak saya memperoleh kekayaannya dari industri aksesoris dan hadiah. Dia memproduksi aksesoris seperti Beanie Babies, gelang, dan sebagainya. Bisnisnya dimulai sekitar tahun 2004.

Dia kehilangan seluruh uangnya dengan menginvestasikan ribuan dolar untuk “koleksi musik rock” seperti bass Hofner yang ditandatangani seluruh anggota The Beatles, copy dari Sgt. Pepper yang juga ditandatangani seluruh anggota The Beatles, dan lain sebagainya… kesemuanya palsu dan imitasi. Dia juga membeli kesemuanya dan menghabiskan jutaan dolar. Elektronik, komputer, televisi, dan lain sebagainya.”

dramboxf

3. Menghabiskan, bukan menabung

“Ayah saya orang kaya, tapi tidak cerdas. Di tahun 1996, ia meraup keuntungan sebagai broker real estate dan investor. Kami mendapatkan privilese seperti sekolah mahal, pakaian baru, jalan-jalan ke luar negeri. Meksiko, Russia, Republik Dominika, Puerto Rico, dan lain sebagainya.

Namun dia tidak menabung sama sekali; seluruh mimpi gilanya tercapai. Mobil, rumah, investasi, dan membeli rumah baru di negara lain untuk keluarga (lain).

Di tahun 2005 dia memiliki 20 rumah (kesemuanya disewakan) dan keluarga lainnya menunggu di belahan dunia yang lain. Tahun 2007 saat pasar dan harga rumah anjlok. 100% pendapatan, aset dan tabungannya dibekukan.

Dari liburan ke liburan menuju brutalnya kenyataan hidup.”

Ingloriousfiction

 

4. Kematian di dalam keluarga, tanpa asuransi jiwa

“Saya memiliki masa kecil yang menyenangkan. Kami liburan sekali setahun ke pantai, orang tua kami tidak pernah ragu membelikan kami banyak hal. Saya merasa beruntung sampai usia 14 tahun. Ibu saya terserang lupus dan sakit berkepanjangan.

Saat usia 16 tahun, saya kehilangan ayah saya akibat kecelakaan mobil. Dia pergi pagi hari untuk bekerja dan tidak pernah kembali lagi. Saat ibu saya sakit, saya tahu semuanya akan berubah. Dan kami tidak tahu harus berbuat apa.

Ayah saya ternyata tidak menyiapkan asuransi jiwa, maka itu artinya dia tidak meninggalkan apapun kecuali uang di dalam bank. Situasi itu sangat menyesakkan.

Saya belajar bahwa uang mungkin bisa membeli segalanya, tapi adalah pilihan anda untuk bahagia memiliki apa yang sudah anda punya. Saya bahagia saat ini, dengan mempertimbangkan bahwa saya tidak bisa menukar pengalaman ini kepada siapapun. Melawan dan menyelesaikan semua masalah tersebut adalah capaian saya. Hanya saya menuju hal itu adalah hal yang berat buat saya.”

Cturtleeee

Uang Gaya Hidup Hiburan Kalkulator Pinjaman & Tabungan