Perebutan Harta Warisan di Antara Saudara Kandung: 4 Hal Penting untuk Diingat Saat Penyelesaian Kasus Perseteruan Kepemilikan Estate

Share this article with other mums

Sedih memang, tapi perseteruan memperebutkan harta warisan merupakan masalah yang umum ditemui. Apa yang harus Anda lakukan agar tali silaturahmi di dalam keluarga tetap terjaga?

Ketika orang tua Bianca meninggal dunia, ia masih dalam kondisi berkabung saat kakak perempuannya, Nancy, serta-merta menggeledah barang-barang milik Almarhumah untuk mencari perhiasan berharga.

“Nancy jarang sekali mengunjungi Mama saat ia dalam kondisi sakit, tapi dia sama sekali tak mau membuang waktu dan langsung mengacak-acak seisi rumah mencari apa saja yang bisa ia kantongi,” kata Bianca. “Sebelum saya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ia telah merogoh-rogoh ke dalam kotak perhiasan milik Mam, mengambil perhiasan yang punya kenangan mendalam.”

Setelah mengetahui kalau Ibunda mereka mewariskan rumah kepada Bianca, Nancy mengamuk. “Nggak masuk akal,” kata Nancy. “Saya harus membesarkan 3 anak, sementara Bianca tak punya tanggungan. Ini sungguh tak adil.”

Sejak kecil, Bianca dan Nancy selalu terlibat dalam persaingan antara saudara atau sibling rivalry, namun perdebatan di antara mereka mengenai peninggalan estate telah menaikan tensi ke level lebih tinggi. Hingga kini, mereka tak lagi bicara satu sama lain.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hal ini terjadi di dalam keluarga Anda? Berikut adalah beberapa hal yang harus dicamkan dalam pikiran.

1. Sebelum orang tua Anda meninggal, bahaslah mengenai pembagian warisan

Jangan menunggu hingga semuanya terlambat. Pertama-tama, Anda harus yakin bahwa orang tua Anda memiliki surat wasiat pada saat mereka masih memiliki pikiran yang sehat. Diskusikan apa yang akan dilakukan terhadap estate yang dimiliki pada saat seluruh keluarga hadir. Demi menjaga agar situasi tenang dan terkendali, libatkan seseorang untuk melakukan mediasi terhadap pembahasan ini.

Negosiasikan kepemilikan semacam apa yang harus dialihkan pada pihak mana, dan catatlah semua hal agar di masa depan Anda tak akan terlampau kaget.

2. Libatkan bantuan profesional

Jika orang tua Anda tidak meninggalkan surat warisan, jangan coba membagi estate-nya sendiri, selalu libatkan pihak profesional untuk membantu Anda melakukan pembagian properti bagi mereka yang terkasih. Dimana ini akan menghindarkan Anda dari konflik yang mungkin akan muncul.

3. Bela diri sendiri

Jangan pernah menerima perkataan pihak yang mengeksekusi keputusan sendiri, terutama jika ia termasuk salah satu penerima wasiat. Pastikan Anda telah membaca baik-baik surat wasiat yang ditinggalkan orang tua Anda untuk memverifikasi semua hal agar tidak terlalu berlarut-larut. Jika Anda tak membela diri sendiri, tak ada orang lain yang akan melakukannya untuk Anda.

4. Tahu kapan harus melepaskan

Jika saudara kandung Anda mencari-cari barang bernilai kenangan tinggi, bisa jadi mereka hanya sedang berduka. Selama mereka tidak mengambil barang-barang dengan nilai berharga, Anda mungkin perlu mengikhlaskannya. Pikirkan apa yang diinginkan oleh orang yang Anda sayangi—tentunya Anda tak ingin peperangan keluarga menjadi warisan orang tua Anda.  

Uang Perjalanan Hidup Orang tua