Sudah Umur 35 Dan Masih Tetap Miskin: Salah Sendiri?

Share this article with other mums

Satu pertanyaan sulit yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri jika masih saja berjuang secara finansial pada umur 35 tahun: “Apakah ini salahku?”

“Jika terlahir miskin itu bukanlah salahmu, namun jika meninggal dalam keadaan miskin itu merupakan salahmu,” Bill Gates dikabarkan pernah mengatakan hal ini sebelumnya (namun saya tidak bisa menemukan sumber meyakinkan untuk kutipan ini, jadi, sama dengan kutipan pernyataan Ma, bisa jadi terjadi kesalahan penafsiran di dalamnya). Versi lebih lama bernada serupa berbunyi seperti ini: “bukan salahmu jika kamu terlahir di selokan namun menjadi kalau kau mati di sana, maka itu adalah salahmu.”

Alih-alih perlu mencari tahu kebenaran di balik pernyataan Ma atau Gates, kenyataannya adalah, ada peluang besar bagi kita berakhir miskin di usia 35. Jadi berikut pertanyaannya: Anda sudah berumur 35 tahun dan masih berjuang secara finansial, apakah ini kesalahan Anda?

Di tahun 2014, Jack Ma sang bilioner membuat pernyataan yang menjadi headline di banyak kanal berita saat ia menyatakan, “Jika kamu masih miskin saat berumur 35 tahun, itu sepenuhnya adalah salahmu!” Terdengar sangat kasar, ya? Tapi sejak saat itu, diketahui kemudian bahwa Ma bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengatakannya, melainkan ide ini telah bergulir selama beberapa waktu.

Well, bisa ya, bisa juga tidak.

Tidak, bukan salahmu.

Percaya atau tidak, sangatlah konyol atau terlalu menyederhanakan jika kita semata-mata menyalahkan situasi keterpurukan finansial seseorang sebagai hasil ketidakmampuan mereka dalam pengambilan keputusan. Sebagaimana Fabian Pfeffer, Sosiologis, pernah berkata di dalam BusinessNewsDaily, “Kebanyakan orang meremehkan keterkaitan antara nasib dan latar belakang pribadi.”

Mungkin terdengar seperti alasan yang dibuat-buat, namun terkadang hidup memang nggak fair. Ya, sukses memang tergantung pada kerja keras, namun kadang kala dewi fortuna juga berperan. Banyak studi menemukan bahwa kesejahteraan sangat bergantung pada hal-hal di luar kendali kita, seperti:

1. Tempat kita lahir. Studi terbaru menemukan bahwa 1% masyarakat Jerman yang hidup di lapisan terbawah memiliki tingkat hidup lebih baik dibandingkan 40% masyarakat di level teratas di China. Lebih dari setengah pendapatan yang kita punya ditentukan oleh negara tempat kita hidup.

2. Karakter genetis. Jika tampilan Anda sangat atraktif dalam standar konvensional, Anda akan mendapatkan lebih banyak dibandingkan rekan yang kurang atraktif. Punya tubuh lebih tinggi juga dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda.

3. Tingkat kesejahteraan (maupun kekurangan) orang tua kita. Ambisi dan kerja keras mungkin akan membawa Anda melesat jauh, namun terlahir dari keluarga kaya—inilah yang akan menentukan hidup Anda . Beberapa orang tumbuh dalam ketidakpastian tanpa tahu kapan mereka akan makan di hari berikutnya.

Ya, miskin itu salahmu banget.

Sekarang kita telah memahami faktor-faktor eksternal yang akan mempengaruhi kesehatan finansial, pada titik apa kiranya kita bisa mengatakan kalau kondisi masih berjuang mencapai kenyamanan finansial pada usia 35 tahun merupakan salah diri sendiri?

1. Jika Anda memang membuat keputusan finansial yang keliru. Kita semua sudah pernah merasakannya, bukan? Tapi, apakah Anda belajar dari kesalahan atau mengulangi perilaku beracun ini lagi dan lagi? Jika Anda punya gaji yang namun menghambur-hamburkannya untuk tiap bulan untuk belanja dan nongkrong malam bersama teman-teman tanpa menyisakan apapun untuk ditabung, maka semua ini adalah salah Anda.

2. Jika Anda tidak bekerja keras. Baiklah, jadi gaji Anda tidak cukup untuk menutupi pengeluaran harian dan tabungan. Apakah ada upaya untuk mengubahnya? Bagaimana dengan kerjaan Anda di kantor? Anda tentunya tak bisa mengharapkan kenaikan gaji atau promosi jika terus saja menghasilkan output yang standarnya begitu-begitu saja.

3. Jika Anda merasa kurang punya ambisi. Setelah bekerja sangat keras dan masih saja tidak mendapatkan hasil sepadan, beberapa orang merasa kehilangan niatnya dan menyerah begitu saja. Jika Anda sudah mengajukan resign terhadap hidup yang Anda jalani, tidak membuat langkah-langkah nyata untuk untuk memperbaiki situasi, maka—siap-siap, hal berikut mungkin sulit diterima—ya, memang salah Anda kalau umur segitu masih saja miskin.

Jika Anda miskin pada usia 35 tahun, belumlah terlambat

Jadi Anda berusia 35 tahun atau lebih, dan masih saja berjuang secara finansial, janganlah putus harapan—Anda masih bisa mengubah keadaan ini. Faktanya, merupakan indikasi yang sangat baik bahwa Anda berada di situs ini untuk mencari nasihat finansial, setidaknya Anda ada niatan untuk berubah.

Anda mungkin sudah berulang kali mendengar apa saja yang dibutuhkan untuk mengatur keuangan secara efektif—yang artinya, akan ada aktivitas terkait bujet, simpanan, dan investasi. Yang harus Anda lakukan saat ini adalah terapkan pelajaran yang sudah Anda dapatkan. Buatlah pilihan-pilihan finansial yang lebih smart mulai dari sekarang dan Anda akan segera melihat buah dari hasil kerja keras Anda.

Indonesia Uang Tabungan Perencanaan Keuangan