Memulai Bisnis dengan Teman: Apakah ini Ide Buruk? 6 Cara Membuatnya Berhasil

Share this article with other mums

Mungkin ini belum tentu berhasil untuk semua orang, memulai bisnis dengan teman bisa jadi menuai kesuksesan.

Memulai bisnis dengan teman bisa jadi pertaruhan yang besar. Sekeras apapun anda coba, sangat sulit memisahkan urusan personal dan profesional. Anda bahkan bisa jadi kehilangan persahabatan anda seiring bisnis yang justru gagal. Faktanya, kegagalan tidak hanya terjadi pada anda –80% bisnis dengan teman berpotensi gagal di 18 bulan pertama.

Namun sejumlah nama membuktikan sebaliknya. Contohnya Bill Hewlett dan Dave Packard, teman kuliah yang memulai bisnis Hewlett-Packard di sebuah garasi mobil di Palo Alto. Bill Gates penemu Microsoft dengan teman masa kecilnya, Paul Allen. Pendiri Ben &Jerry’s juga adalah sahabat sejak masa SMA.

Maka, apakah berbisnis dengan teman sesuatu yang layak? Tidak selalu, NAMUN jika anda melakukannya dengan benar, anda bisa berhasil. Berikut adalah sejumlah cara membuatnya sukses saat memulai bisnis bersama teman anda sendiri.

1. Mengetahui bagaimana anda bekerja bersama

Anda dan teman anda bisa jadi memiliki relasi dan chemistry yang bagus, namun dalam hal pekerjaan tidak selalu demikian. Menurut profesor Noah Wasserman dari Harvard Business School, yang meneliti lebih dari 10,000 usaha rintisan, menemukan bahwa sejumlah usaha tidak stabil karena berawal dari pertemanan –pertemanan justru meningkatkan potensi turnover sebesar 28,6%.

Bagaimanapun juga, jika anda dan teman anda memahami pola bekerja bersama, anda dapat menggunakan pertemanan sebagai dasar anda; menurut studi tersebut juga, tim yang paling stabil justru adalah tim yang sebelumnya pernah bekerjasama.

2. Temukan teman yang melengkapi keahlian anda

Anda dan teman tentu memiliki kekuatan dan kelemahan, namun apakah anda saling melengkapi? Jika anda dan teman anda terlalu sama, itu bisa jadi awal bencana –anda memiliki kelebihan dan kekurangan yang kurang lebih sama, alih-alih anda berkolaborasi, anda justru bisa jadi malah berkonflik.

Dalam dunia bisnis, hal terbaik adalah menemukan seseorang yang justru berlawanan dalam hal keahlian dan talenta. Contohnya, jika anda orang yang supel dan kreatif, maka anda harus menemukan teman yang lebih logis dan pragmatis. Dengan demikian, anda saling mengisi satu sama lain.

3. Tentukan peran yang jelas

Seketika anda telah saling mengisi kekurangan dan kelebihan, ini waktunya saling berbagi peran. Siapa yang akan menjadi CEO? Kepala Pemasaran? Kepala Keuangan?

Berkolaborasi di setiap tugas mungkin terdengar asyik dan menyenangkan saat anda baru memulainya, namun anda juga harus menentukan peran dan batas yang jelas. Jika tidak pekerjaan akan tumpeng-tindih dan tidak terselesaikan. Anda juga harus mempercayai rekan anda untuk mengerjakan suatu hal, begitu juga sebaliknya.

4. Ingatlah untuk selalu membawa perspektif baru

Jika anda membangun tim yang isinya teman dekat semua, maka anda sedang menyiapkan sebuah kegagalan. Dengan latar belakang, pandangan, jejaring dan gagasan yang sama, akan sulit menciptakan gambaran yang jelas seperti apa bisnis sukses yang anda harapkan.

Oleh karena itu anda mesti memulai bisnis di luar lingkar sosial anda dan mempertimbangkan orang lain saat anda melakukan rekrutmen di awal. Mereka akan memberikan perspektif baru kepada peusahaan yang sebelumnya sangat kurang.

5. Biasakan memberi atau menerima perintah

Umumnya, antar teman tidak saling memerintah. Namun jika anda bekerja bersama, anda harus mengenyampingkan ego dan mesti terbiasa memberi serta menerima perintah, begitu juga masukan yang konstruktif. Jangan mengungkit sebuah masalah jika anda ingin memberitahukan teman anda untuk melakukan suatu hal, di saat yang sama, anda juga harus mendengar masukan mereka, khususnya saat mereka adalah ahlinya.

6. Siapkan rencana untuk gagal

Seperti yang telah kami bahas di awal, secara stastitik, bisnis anda bisa jadi gagal. Diskusikan kemungkinan tersebut dan siapkan mitigasinya. Tidak banyak pertemanan yang bertahan akibat bisnis yang gagal, namun jika anda menyiapkan rencana untuk scenario kegagalan, bisa jadi anda tetap bisa menyelamatkan pertemanan anda.[]

Karir Kewirausahaan