3 Kebiasaan Boros Yang Harus Dihentikan SEKARANG Kalau Tidak Mau Hidup

Share this article with other mums

Kebiasaan boros justru menjauhkan diri Anda dari kebebasan finansial. Di bawah ini adalah beberapa kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan dan bisa jadi masih kerap Anda lakukan hingga saat ini.

Kita adalah makhluk yang dibentuk oleh kebiasaan, dan hal ini juga berarti bahwa akan sulit sekali menghentikan perilaku buruk yang terlanjur dibentuk oleh kebiasaan sehari-hari. Sudah cukup lama saya hidup dengan saldo nol tersisa dari tabungan saya, dan biasanya saya akan menghabiskan setiap rupiah yang saya miliki untuk membeli apapun yang saya inginkan.

Butuh waktu bagi saya untuk dapat menyadari hal ini dan mengubah perilaku saya—dan saya masih terus mengupayakannya hingga kini—namun setidaknya saya sudah mulai coba melangkah untuk mengendalikan situasi keuangan saya, hanya saja saya berharap sudah melakukan hal ini sedari mula.  Belajarlah dari pengalaman saya dan coba camkan dalam pikiran Anda: segera hentikanlah perilaku memboroskan uang, dan di masa depan nanti, Anda akan berterima kasih pada diri Anda di masa kini karena akhirnya telah memutuskan demikian.

1. Belanja berlebihan demi mengejar kemudahan

Anda keluar makan siang setiap hari? Berapa kali Anda naik Uber dalam seminggu sebagai opsi transportasi? Apakah Anda selalu pakai platform khusus hanya untuk mengantar belanjaan saja? Ada banyak sekali jasa di luaran sana yang didesain untuk memudahkan kehidupan—namun tentunya semua ini nggak gratis. Kemudahan itu oke-oke saja, namun jika Anda terus-menerus  harus membayar harga kisaran premium untuk barang-barang dan jasa, di akhir bulan bersiaplah menghadapi pembengkakan biaya.

Apa yang bisa dilakukan: Masak sendiri makananmu, dan bawa bekal ke kantor. Naiklah kereta. Lakukan sedikit penyesuaian hidup akan membuat perbedaan yang luar biasa pada rekening bank Anda.

2. Membeli secara Impulsif

Kita semua tahu jenis kelemahan ini. Beberapa dari kita tak bisa menolak memiliki sepasang sepatu cantik. Orang lain terus membeli jenis shade lipstik yang sama, hanya brandnya saja yang berbeda, seperti trainer Pokemon yang mencoba meraih tangkapannya. Jika Anda adalah pribadi yang cenderung melakukan pembelian berdasarkan emosi, ambilah langkah-langkah pencegahan.

Apa yang bisa Anda lakukan: Cobalah untuk meninggalkan kartu kredit Anda dalam kondisi terkunci di dalam lemari, atau luangkan sedikit waktu sebelum betul-betul memutuskan untuk membeli sesuatu. Jika saya ingin belanja online, saya cukup menambahkan barang-barang yang saya taksir ke dalam keranjang belanja, lalu saya akan menutup tabnya. Jika dua hari kemudian saya masih menginginkannya, barulah saya akan membiarkan diri saya mengklik tombol pemesanan.

3. Buang-buang uang untuk untuk maksiat

Kita bukan cuma bicara mengehai rokok dan alkohol, karena dua hal ini sudah pasti harus dipotong dari pengeluaran Anda jika betul-betul ingin menjaga kesehatan raga dan finansial Anda. Jika Anda punya kelemahan terkait beberapa hal spesifik—entah itu cokelat, video game, atau mungkin yang bersifat kesehatan (seperti makanan sehat, ngegym dengan paket instruktur, yoga di hotel-hotel)—Anda harus betul-betul berniat memotong pengeluaran.

Apa yang bisa Anda lakukan: Jika saja berhenti merokok bisa semudah kentut! Jika sulit berhenti mendadak, lakukan secara bertahap hingga semua hal berbau maksiat terhapus dari hidup Anda. Jika bermasalah dengan kecanduan video game atau menonton series kesukaan secara marathon, coba temukan hal lain yang lebih menyenangkan untuk menghabiskan waktu.

Jika Anda menyukai hal-hal berbau maksiat yang jelas berpengaruh terhadap kesehatan Anda, pilihlah hobi baru yang akan memotivasi Anda untuk menghentikannya, seperti lari, panjat tebing. Jika hal maksiat Anda bersifat rekreasional, maka habiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan produktif. Cobalah dengarkan podcast berjenis hiburan saat Anda membersihkan kamar. Ambil kelas dansa dengan teman. Semakin cepat menghentikan kebiasaan buruk Anda dan menemukan keseimbangan hidup, semakin cepat pula Anda akan mengambil alih kendali atas keuangan Anda.

BACA: 6 Kebiasaan Buruk Yang Tak Dilakukan Orang-Orang Kaya (Dan Mestinya Anda Hentikan ASAP)

Uang Tabungan Perencanaan Keuangan