Berapa Banyak Yang Harus Saya Berikan Bagi Kakek Nenek Yang Dititipi Untuk “Babysitting” Cucu-Cucunya?

Share this article with other mums

Para kakek dan nenek turut mengasuh cucunya saat orang tua bekerja merupakan hal yang lumrah di banyak keluarga. Apakah mereka perlu mendapatkan uang? Berapa jumlah yang pantas?

Karina T., seorang pengusaha berusia 33-tahun bertempat tinggal di Jakarta berpikir ia harus mendapatkan senjata rahasia dalam pencariannya menghadapi keseimbangan di antara dunia kerja dan kehidupannya, berupa: bantuan dari kedua orang tuanya. Namun sebulan setelah pengaturan ini, ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri: haruskah saya memberikan sejumlah uang bagi mereka karena telah turut melakukan tugas babysitting bagi anak-anak? Apakah memberikan uang bagi kakek dan nenek dalam pengasuhan adalah hal yang memang sudah semestinya dilakukan?

Setiap saat, para kakek dan nenek senang jika bisa terlibat membesarkan cucu mereka, dan  merasa sungkan untuk membicarakan perihal jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk kegiatan ini. Namun demikian, saat dilakukan dalam jangka waktu cukup sering (mis. Senin-Jum’at), tentunya ada pengaturan ekstra yang harus dilakukan.

“Memberi uang pada orang tua adalah jalan paling benar”

Sebagaimana diangkat dalam artikel theAsianparent, para pensiunan sudah menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bekerja keras, karenanya menjaga cucu bagi mereka semestinya bukan hal yang terberi; mereka sesungguhnya telah memberikan Anda sebuah bantuan yang sangat berarti. (Ituah mengapa kami mengatakannya sebagai “babysitting” di dalam artikel ini—karena hal tersebut bukanlah tugas mereka.)

Banyak orang tua muda yang merasa telah memberikan cukup uang pada orang tua mereka demi tugas babysitting anak-anaknya adalah hal terbaik untuk memberikan penghargaan dan mengapresiasi kontribusi yang telah mereka lakukan. “Jika sanggup membayar pihak luar, mengapa Anda tidak bisa membayar sejumlah uang bagi orang tua Anda yang telah melakukan tugas ini—dengan cara lebih baik?” Mr. Tan Eng Chee, seorang insinyur dan Ayah 2 anak bertempat tinggal di Singapura, bertanya pada theAsianParent.

Mungkin ada benarnya, tapi mungkin tak semua orang setuju.  

“Orang tua saya enggan jika saya memberikan mereka sejumlah uang!”

Sekalipun menjaga anak adalah sebuah kerja keras, tak semua orang berpikir kalau kakek atau nenenknya harus memberikan sejumlah uang untuk melakukan kegiatan babysitting. Seringkali, orang tua memprotes jika mereka menerima uang untuk kontribusi yang telah diberikan.

Orang tua dari Nasreen M. yang berbasis di Singapura menjaga cucunya dari hari Senin hingga Jum’a dengan bantuan seorang asisten, namun ia tidak memberikan uang bagi orang tuanya sebagai timbal balik atas jasa menjaga anak yang telah mereka lakukan. Ia bilang, “orang tua saya tak mau menerima uang saya.”

Ada banyak pihak yang menyatakan pernyataan serupa, mereka bilang bahwa orang tua mereka akan merasa “ngeri” untuk menerima tawaran uang penggantian karena telah berjasa mengasuh cucu mereka. “Saya akan langsung menawarkan uang pengganti pengeluaran, karena Anak-anak saya selalu punya pengasuh di sekitar mereka dan jika diakumulasikan dia biasanya makan cukup banyak,” kata Carla P., seorang ibu bekerja berbasis di Manila. “Namun kakek nenek biasanya dengan cepat langsung menolak tawaran saya.”

Hal ini kemudian membawa kita kepada pertanyaan-pertanyaan berikut:

“Kapan saya bisa tahu harus mengeluarkan sejumlah uang pada orang tua saya karena telah turut merawata anak-anak saya? Dan berapa jumlah yang harus saya berikan?”

Setiap keluarga sangatlah unik. Jadi, memang tak ada satu jawaban tunggal untuk semua pertanyaan. Namun ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil untuk menentukan berapa besar uang yang harus diberikan pada orang tua yang telah menjaga anak kita:

1. Bersiaplah untuk memberi: Tentukan anggarannya

Sebelum orang tuanya menawarakan untuk mengasuh pada saat kita bekerja, Michelle S. telah membuat anggaran yang disediakan khusus bagi pengasuh. Karena memang sudah dianggarkan sebelumnya, ia berpikir sudah benar untuk memberikan sejumlah uang bagi orang tuanya.  

Jika Anda dan orang tua sudah sepakat mengenai jumlah uang yang harus dikirimkan bagi mereka karena telah melakukan tugas babysitting anak-anak, Anda harus punya pandangan yang jelas mengenai berapa besar uang yang sanggup diberikan. Mereka mungkin akan menolak uangnya, tapi paling tidak Anda dapat menjelaskan situasi finansial yang dihadapi agar penerimaan mereka lebih baik saat topik ini diangkat.

2. Jangan berasumsi

Jangan sekedar menerima tanpa syarat bahwa Anda dan orang tua memahami satu sama lain sepenuhnya. Jika Anda tidak jujur dan berterus terang satu sama lain, kemungkinan akan terjadi miskomunikasi dan akan ada yang tersakiti di kemudian hari.

3. Berterusteranglah satu sama lain

Mulailah percakapan, jadi tak akan ada yang namanya omongan di belakang. Tanyakan pada mereka perihal harapan dan kebutuhan mereka. Jujurlah mengenai kondisi keuangan yang dihadapi. Semakin banyak Anda berkomunikasi, semakin besar Anda memahami pendekatan yang tepat untuk menghadapi situasi ini.

Perjalanan Hidup Orang tua Gaya Hidup Perlengkapan Rumah