Ibu CEO: Menjalankan Perusahaan Adalah Kamp Pelatihan Bagi Saya untuk Membesarkan Seorang Anak

Share this article with other mums

Bagaimana Seorang Ibu menyiapkan diri mengerjakan pekerjaan terberat di dunia dengan tugas kerja terberat sedunia

Banyak yang mengatakan tak ada hal di dunia ini yang bisa mempersiapkanmu menghadapi peran sebagai seorang Ibu, dan hal ini 100% sungguh benar. Saya belajar dari jatuh-bangun membangun dan menjalankan perusahaan saya sendiri dalam kurun waktu 6 tahun terkakhir sebelum akhirnya menjadi seorang Ibu.

Saya adalah Penemu dan CEO Tickled Media, sebuah perusahaan yang berdiri di belakang  theAsianparent.com dan aplikasi sosial media, ParentTown. Saat berumur 25 tahun saya memulai perusahaan saya sendiri, segalanya dari flat kepunyaan orang tua saya. Hari ini, 8 tahun kemudian, saya adalah seorang Ibu yang bangga dengan anak saya yang sangat selalu punya semangat tinggi dan saat ini sedang duduk di preschool, dan perusahaan kami menjalankan portal parenting terbersar berskala regional—hingga akhirnya saya bisa dengan bangga mengatakan bahwa saya telah beralih dari kediaman orang tua saya ke sebuah kantor yang dikatakan Zula.sg sebagai “kantor paling cool di Singapura.

Anda mungkin berfikir bahwa apa yang mempersiapkan saya untuk menjalankan peran sebagai ibu dengan baik adalah semua konten mengenai parenting yang selama bertahun-tahun telah saya baca dan tulis. Di samping hal tersebut yang memang berkontribusi sangat besar, sesunggunya keterampilan kepemimpinan harus diasah sebelum akhirnya membuahkan hasil.

CEO mom

Saya suka menghadapi rupa-rupa kepribadian orang yang berbeda satu sama lain.

Hanya anak perempuan saya sendiri yang bisa paham siapa diri dia sebenarnya.

Di satu waktu, buah hati Anda bagaikan malaikat termanis yang pernah ada; dan waktu berikutnya ia menjadi makhluk yang menangis meraung-raung, menggigit, tiba-tiba saja tantrum. Saya sudah cukup berpengalaman menghadapi orang dewasa yang menunjukkan perilaku tantrumnya saat tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan (sebenarnya hal ini merupakan satu hal paling menarik mengenai pekerjaan yang saya lakukan).

Saya siap menghadapi setiap persona yang dimiliki anak perempuan saya. Paling tidak untuk saat ini. Kita lihat nanti jika ia sudah menginjak usia remaja!

CEO mom ibu ceo

Dan menyelesaikan masalah…

Sebagai seorang CEO, saya menjadi petugas pemadam kebakaran setiap harinya – menghadapi pelanggan yang menggerutu, menjembatani konflik antar pegawai hingga hambatan teknologi. Sebagai seorang Ibu CEO, frekuensi melakukan pemadaman kebakaran sesungguhnya sama saja, tinggal isunya saja yang berada dalam rentang berbeda, mulai dari masalah nanny hingga perang playdate hingga (sebagaimana dihadapi setiap orang tua yang punya anak perempuan,) pilihan pakaian.

Ada hari-hari yang saya hadapi sebagai ibu CEO yang membuat saya berurusan dari satu masalah ke masalah lainnya, dan Anda tahu? Pada akhirnya saya menjadi begitu terbiasa. Mana masalahnya? Bawa ke mari.

Tentu saja ada faktor multitasking dan bagaimana menjauhkan diri dari stress saat melakukan hal-hal ini.

CEO mom

Traveling bersama anak-anak sungguh menguji keterampilan multitasking Anda!

Sebagai CEO, Anda mencelupkan setiap jari Anda ke setiap aspek perusahaan. Anda mengenakan topi R&D Anda pada satu menit, kemudian mengenakan topi sales menit berikutnya. Ada Jumlah pekerjaan yang begitu konyol banyaknya dan strategi yang harus diterapkan agar Anda tidak terobsesi untuk menemukan cara menciptakan 26-jam sehari (catatan bagi diri sendiri: saya harus membentuk tim tersendiri untuk isu ini).

Menjalankan multitasking dengan cerdas di tempat kerja telah membantu saya menerapkann hal serupa di rumah. Saya memerah ASI sambil makan dan membacakan cerita bagi putri saya di rumah, ini kisah nyata lho. Tapi sebetulnya mudah saja, kok. Ada lagi kegiatan kombo favorit lainnya seperti: memberi makan puteri saya saat sedang melakukan con-call, melakukan packing untuk hari ini sembari menyiapkan diri dan puteri saya, memandikan dia sembari bernyanyi, sebetulnya saya melakukan segala hal sambil bernyanyi.

CEO Mom

Kemudian, ada hal lain yang dinamakan kesabaran.

Terutama saat Anda harus menjawab pertanyaan kenapa-kenapa-kenapa yang diajukan si kecil dan menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam sebuah pasar atau menentukan strategi agar bisa berajalan dengan baik—semua ini memiliki irisan.

Anda akan menemui banyak hal sejenis, terutama jika tidur berbarengan dengan si balita. Akan ada malam-malam di mana ia mengalami flu, menendang Anda tepat di wajah, terbangun pada pukul 3 dini hari degan mata bersinar cerah dan mengucapkan kata-kata yang terdengar mengerikan seperto “Ibu ayo kita main!” – dan Anda tetap harus menjalankan peranan Anda sebagai CEO di hari berikutnya.

Dan pada akhirnya, belajar bagaimana cara mendelegasikan.

Sejalan dengan berkembangnya tim kerja saya, saya harus mampu, dan kebetulan telah mampu, membagi beberapa tugas. Melepaskan kontrol bukanlah hal yang mudah untuk dipraktikan, namun tetap harus dilakukan. Sebagai Ibu CEO, saya belajar sedari mula bahwa memang dibutuhkan seisi desa untuk dapat membesarkan seorang anak. Dan sejalan dengan rasa terima kasih saya kepada setiap orang yang ada di dalam perusahaan saya dengan beragam hal yang telah mereka kontribusikan di dalamnya, saya turut mengapresiasi setiap anggota di dalam sistem pendukung keibuan yang saya miliki.

Sebagai seorang CEO, ada hari di mana saya pada akhirnya sampai menggeleng-gelengkan kepala dan (dengan penuh kelegaan) berkata, “Akhirnya saya sudah pernah melaluinya, now I’ve really seen it all.” Dan tahukah Anda? Para Ibu di seluruh dunia akhirnya bersatu menyanyikan chorus dalam paduan suara.

BACA: Bagaimana Caranya Menego Kenaikan Gaji: 9 Cara Sederhana untuk Naik Gaji

Perjalanan Hidup Orang tua Karir Kewirausahaan Kisah Nyata