3 Kiat ‘Ramah Lokal’ untuk Bisnis Travel dari #DigiTalksID

Share this article with other mums

'Ramah Lokal' untuk Bisnis Travel merupakan tren di 2018 ini.

Bisnis travel Indonesia, trennya makin memuncak dengan kehadiran banyak pelaku startup yang berkecimpung di bisnis traveling mulai dari skala makro hingga mikro.

Tren bisnis di sektor ini pun mengalami perubahan yang cukup dinamis. Siapa ingat dulu, jika kamu hendak pelesiran kamu harus memesan tiket secara konvensional. Berbeda dengan sekarang, tiket bisa dibeli dalam genggaman tangan tanpa harus keluar rumah.

Dahulu, hotel menjadi satu-satunya opsi penginapan ketika pelesiran ke tempat-tempat baru. Coba lihat sekarang, banyak motel, hostel bahkan rumah penduduk lokal yang disewakan untuk tempat menginap. Bahkan menginap di pemukiman penduduk lokal menjadi tren traveling yang cukup diminati. Artinya, pelaku bisnis travel harus jeli melihat peluang yang ‘ramah lokal’ ini.

Seperti yang disampaikan oleh Dimas Jayasrana, Founder dari Spektakel.id pada diskusi #DigitalksID bertajuk “Meraih Peluang Bisnis Jadi Travel Entrepreneur” yang diselenggarakan oleh Digination.id di Kekini ruang bersama co-working space di Jakarta kemarin, kiranya ada 3 kiat yang harus dilakukan oleh pegiat travel entrepreneur. Simak yuk!

Bisnis Travel Indonesia: Kiat ‘Ramah Lokal’ untuk Travel Startup

Kiat #1 Profit Lebih Besar untuk Masyarakat Lokal

bisnis travel Indonesia

Sumber: digination.id

Menjual‘ budaya lokal sebagai salah satu daya tarik wisata memang sangat menarik, namun ini artinya pegiat travel entrepreneur harus siap berbagi keuntungan dengan masyarakat lokal di daerah wisata setempat. Selain untuk menjalin hubungan yang baik antara penyelenggara dengan masyarakat lokal setempat, hal ini juga dapat mendukung relasi yang dibangun antara turis dan penduduk lokal.

Kiat #2 Berikan Pengalaman Terbaik untuk Turis

bisnis travel Indonesia

Sumber: digination.id

Bisnis travel bukan cuma sekedar mengejar keuntungan, namun juga berbagi pengalaman terbaik mengunjungi daerah wisata tertentu. Nah, hal ini yang perlu ditekankan dalam bisnis travelmu.

Turis akan merasa seperti tamu yang betul-betul disambut oleh masyarakat setempat, bukan sekedar turis yang pelesiran sementara waktu. Sebaliknya, masyarakat lokalpun akan sangat merasa dihargai dengan kedatangan mereka.

Kiat #2 Perhatikan Jumlah Turis Ketika Open Trip

bisnis travel Indonesia

Sumber: digination.id

Dengan model wisata seperti ini, jangan terlalu banyak menerima turis ketika hendak open trip. Mengapa? Karena akan mengganggu aktivitas penduduk setempat. Jangan sampai penduduk setempat merasa nggak nyaman dengan terlalu banyaknya tamu yang datang untuk berkunjung.

Gimana, girls, berminat untuk buka bisnis travel?

Baca juga: 3 Ide Usaha Kekinian Ini Dijamin Laku Keras, Mau Coba?

Karir Kewirausahaan