Berbisnis dengan Pasangan: Hal yang Saya Pelajari dari Berbisnis Bersama Pasangan

Share this article with other mums

Banyak yang mengatakan bahwa berbisnis dengan pasangan adalah ide yang buruk, namun Winnie Chan dari Bynd Artisan mengatakan sebaliknya. Berikut adalah apa yang dia pelajari dari berbisnis dengan sang suami, James Quan

Tiga tahun lalu, saya mendirikan Bynd Artisan dengan suami saya, James. Sejak saat itu, saya tidak pernah berpaling.

Menurut banyak orang, pasangan sebaiknya tidak bekerja di tempat yang sama mengingat perselisihan akan sangat mungkin terjadi, yang kemudian berakibat pada argumen tidak penting dan relasi menjadi hambar. Namun saya ingin membuktikan sebaliknya.

Kerja sama yang harmonis

James dan saya bekerja sangat dekat, baik di kantor maupun di rumah, dan kami membangun relasi kerja yang baik berdasarkan saling percaya, menghargai dan mendukung kekuatan serta memperbaiki kelemahan satu sama lain. James dan saya sering bertukar ide dari hari ke hari. Bynd Artisan adalah kerja keras yang kami perjuangkan dari nol.

Kapanpun ide menghampiri, kami saling bertukar pikiran dan memunculkan juga pro serta kontra untuk melihat apakah ide tersebut realistis atau tidak. Saat kami berselisih, kami akan saling meyakinkan dan memvalidasi gagasan satu sama lain sebelum mencoba beberapa kemungkinan lain.

Ini adalah sesuatu yang telah anda bangun dalam 20 tahun pernikahan. Saya lebih dari bersyukur memiliki James sebagai pasangan, partner-in-crime, dan terlebih adalah pilar kekuatan saya melalui semua perjalanan hidup ini.

Pisahkan urusan pekerjaan dan rumah tangga

Setelah bekerja membangun bisnis 3 tahun terakhir bersama suami, saya memandang pentingnya memisahkan urusan pekerjaan dan rumah tangga. Menjadi tidak sehat jika urusan perselisihan di kantor dibawa ke rumah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, James dan saya sering memastikan urusan kantor harus betul-betul tuntas sebelum pulang ke rumah. Dengan demikian, kita tidak hanya menawarkan solusi tapi juga merefleksikan diri saat menghabiskan waktu masing-masing.

Memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing

Salah satu pelajaran penting yang saya dapatkan dengan berbisnis bersama pasangan adalah memastikan bahwa anda saling memahami satu sama lain, mengenal kekuatan dan kelemahannya sehingga dapat saling menopang. Hal itulah yang menjadi sistem pendukung yang kuat dalam berbisnis.

Rekan dalam berbisnis dan kehidupan

Karena kami berdua di kapal yang sama, James dan saya tidak perlu merasa khawatir untuk saling memahami situasi kerja masing-masing. Termasuk pulang telat, meeting setiap saat, menghadiri event dan perjalanan bisnis. Bahkan kami saling berempati satu sama lain baik secara emosional maupun psikis. Saat kami berdua mengalami stres, penting untuk mengingat bahwa kami saling menopang.

Pengalaman setiap orang tentu berbeda-beda saat memulai terjun berbisnis dengan pasangan. Sepanjang anda dan pasangan menghargai satu sama lain dan terus berpikiran terbuka, saling menerima masukan, bekerja di dalam satu tim akan membuka banyak kesempatan. Bagaimanapun juga, bersama lebih baik daripada sendiri.

Perjalanan Hidup Menikah Karir Kewirausahaan Tips Kisah Nyata