Bagaimana Cara Negosiasi Gaji: Yang Saya Pelajari Setelah Bekerja Di 6 Negara

Share this article with other mums

Meri Rosich adalah penasihat Bisnis, profesor, dan penulis. Ia pernah merasakan kursi kepemimpinan di negara-negara seperti Singapura, Hong Kong, London, New York, Barselona, dan Tokyo, tempat tinggalnya saat ini. Berikut adalah hal-hal yang telah ia pelajari mengenai bagaimana cara menegosiasikan gaji.

Riset telah menunjukkan bahwa perempuan dibayar lebih sedikit dibandingkan laki-laki untuk jenis pekerjaan yang sama, dan terdapat jurang perbedaan yang dalam di antara banyak industri dan negara-negara di dalamnya. Jadi bagaimana caranya agar kita dapat terjun ke kancah karir global dan mendapatkan perlakuan yang setara? Berikut adalah beberapa ide mengenai cara menegosiasikan gaji yang berlaku bagi saya.    

1. Ciptakan kisah Anda

Suatu hari, seorang perekrut di Jepang berkata pada saya: “Profil Anda sangat luar biasa, tapi saya tidak tahu dimana harus memposisikan Anda, di bagian Marketing atau Produk?” Ternyata saya kurang menyusun cerita dengan jelas.

Kisah Anda sedikit banyak merupakan kombinasi dari pendidikan, budaya, pengalaman, persentuhan dengan dunia industri, serta pilihan-pilihan personal. Beberapa kisah terdengar sangat linear sementara banyak juga yang berbeda, namun semuanya tidak ada bandingannya dan sangatlah berharga.

Menciptakan kisah Anda sendiri sangatlah penting, karena kalau tidak orang lain yang akan menuliskannya untuk Anda. Jika menggunakan tools semacam LinkedIn atau sejenisnya,  coba telusuri sosok yang Anda kagumi dan lihat bagaimana cara mereka mengkomunikasikan kisah mereka.

2. Pahami nilai Anda

Saat berusia 25 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan kecil di Barcelona, saya mendaftar untuk bekerja di satu kantor multinasional yang sangat besar. Ketika ditanyakan mengenai masalah ekspektasi gaji, saya tidak tahu harus berkata apa. Lalu, mereka menyampaikan berapa nilai yang mereka berikan untuk saya dan saya langsung tersedak. Saya katakan saat itu pada mereka bahwa nilai ini berada dalam kisaran gaji yang saya harapkan, namun sesungguhnya ini dua kali lipat dari paket penghasilan yang pernah saya dapatkan pada waktu itu.  

Adalah tanggung jawabmu pribadi untuk mengetahui berapa besar nilaimu. Anda bisa mencari laporan online yang dapat menilai jenis-jenis pekerjaan berdasarkan sektor industrinya, keterampilan yang dicari, dan pengalaman kerja. Temukan tempat Anda, dan teruslah ingat poin penting di atas saat ditanya mengenai ekspektasi kompensasi yang Anda harapkan, didukung justifikasi data yang memadai.

3. Pastikan wawancara Anda membawa hasil terbaik

Pada pekerjaan saya yang pertama, pemilik suatu perusahaan pernah mewawancarai saya hingga dua kali, jadi saya berasumsi bahwa laporan yang dibuat ditujukan langsung padanya, menilai dari pertanyaan yang diajukannya maupun jenis-jenis proyek yang digambarkannya. Tapi di hari pertama bekerja, saya terkejut mendapati bahwa posisi saya ternyata berada tiga level di bawahnya, jadi semestinya saya sudah mengklarifikasi hal ini pada saat proses wawancara.

4. Pahami budayanya

Saya selalu menemui, paling tidak, dua profil yang pernah bekerja di tempat saya melamar terlebih dahulu. Ini semua saya lakukan sebelum menerima tawaran kerja, guna memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki strategi jangka-panjang dan memiliki tim yang baik. Terhubunglah secara online dan tulislah, “Saya saat ini sedang dalam proses mendaftar di tempat Anda bekerja dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai tempat ini. Apakah Anda punya waktu untuk ngobrol-ngobrol sambil ngopi atau menerima telepon saya untuk berbagi pengalaman?”

Tanyakan pada mereka: Apakah tempat kerjanya bagus? Apakah tunjangan kesehatannya jelas? Bagaimana dengan liburan? Gaji, bonus, dan pajak? Pastikan Anda paham betul apa yang tersaji di atas meja, namun ingatlah untuk tetap bersikap sopan dan menyadari kapan waktu terbaik untuk bertanya.

5.Jangan takut untuk bertanya

Setelah melalui proses dan menerima penawaran, ingatlah bahwa selalu ada kandidat lain yang menunggu sebagai cadangan, jadi selalu ingat untuk melakukan evaluasi dengan cepat. Jika Anda harus mengklarifikasi suatu hal, lakukan sesegera mungkin, karena jika Anda sudah menandatangani kontrak, Anda tak akan punya cukup waktu untuk bernegosiasi lebih jauh.

Hari libur di New York sangat berbeda dengan di Eropa, jadi saat saya ditransfer ke AS, saya kehilangan waktu 10 hari. Kemudian saya bertanya kepada pihak HR apakah waktu liburan saya dapat dihitung sebagai bagian dari waktu yang digunakan untuk transfer lokasi, dan mereka menyetujuinya. Jasi, bertanyalah—Anda tak akan pernah tahu kapan akan mendapatkan jawaban ya.

6. Cari saran

Saat bergabung dengan perusahaan jasa finansial global di London, saya baru saja lulus dari gelar MBA saya. Saya kemudian menyadari bahwa beberapa alumni dari sekolah bisnis tempat saya menimba ilmu juga bekerja di beberapa tempat, jadi saya bertanya kepada mereka bagaimana cara menegosiasikan kontrak. Mereka sangat senang sekali bisa memberikan saran.

Seseorang berkata pada saya akan ada sign-on bonus bagi para MBA sebagai bagian dari kebijakan global. Saat bertanya kepada bos saya mengenai hal tersebut, ia terkejut dan dengan senang hati memberikan saya selembar cek yang tidak memaparkan anggarannya, dan saya sangat senang karena dapat menonjolkan bagaimana bermanfaatnya kehadiran saya.  

Hargailah mereka yang memberikan waktunya untuk memberikan saran bagi Anda. Saya pribadi selalu mengirimkan bingkisan kecil untuk menggambarkan rasa terima kasih saya atas pertolongan yang saya dapatkan, entah itu satu boks coklat dari Hong Kong, atau sebotol wine dari Inggris. Anda tak perlu menghabiskan terlalu banyak uang. Buatlah agar bingkisan kecil ini dapat diterima dalam standar budaya yang berlaku, dan meninggalkan kesan mendalam tentang Anda.

Dan jika mendapatkan kesempatan untuk memberikan saran bagi orang lain, jangan lupa untuk selalu ‘turun ke bawah’ sebelum kemudian naik lagi ke atas bersama orang lain yang kita bantu tingkatkan karirnya.

Indonesia Perjalanan Hidup Tips Kisah Nyata