Mall Menjebak Anda untuk Terus Berbelanja: 6 Jebakan yang Harus Anda Tahu

Share this article with other mums

Anda merasa impulsif berbelanja? Ini semua bukan salah anda. Baca artikel ini untuk tahu bagaimana mall menjebak anda untuk terus berbelanja.

Ah, mall. Mengapa setiap kali ke tempat ini, kita akan berbelanja lebih dari yang direncanakan dan dibutuhkan? Maksud saya, kebutuhan anda sebetulnya hanya sepasang kaos kaki dan lampu, namun anda justru membawa banyak barang belanjaan di sana-sini.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Anda bisa saja menyalahkan diri sendiri namun faktanya tidak demikian. Ini memang terdengar konyol, tapi memang jangan salahkan diri sendiri, salahkan mall tersebut!

Mengapa? Karena sebuah mall memang dirancang agar anda terus berbelanja. Banyak hal yang membingungkan dan membuat kita kehilangan fokus saat berbelanja, bukannya fokus pada daftar belanja kita justru membeli banyak hal yang tidak berguna-guna amat.

Ini mungkin terdengar sedikit paranoid, tapi inilah yang terjadi –arsitek menyebut fenomena ini Gruen transfer, disorientasi yang disengaja. Oleh karena itu kita perlu lebih peka pada jebakan mall yang mendorong kita berbelanja lebih. Maka jika lain kali anda ke mall, anda harus siap mengontrol pengeluaran anda. Berikut jebakan yang harus anda tahu:

1. Tata letak yang membingungkan

Semua orang bisa jadi tersesat di dalam mall. Anda mungkin berpikir bahwa mall berupaya untuk membuat anda nyaman, tapi ternyata tidak demikian. Tata letak yang dibuat memang sengaja dibuat membingungkan 100%.

Saat anda kesulitan mencari lokasi di dalam mall, anda justru berakhir di gerai toko yang tidak anda rencanakan. Semakin banyak gerai yang anda kunjungi, semakin besar peluang anda membeli sesuatu.

2. Area umum yang tidak nyaman

Apakah anda menyadari betapa area umum di mall begitu berisik, tidak nyaman dan membuat stress? Mengapa sulit menemukan tempat untuk duduk dan istirahat sejenak?

Area umum seperti atrium atau tempat terbuka bisa jadi tidak nyaman karena anda sebetulnya mencari tempat yang lebih sepi dan menenangkan. Misalnya saja tempat dengan musik, cahaya dan nuansa yang asyik serta menenangkan. Namun seketika anda menemukannya justru itu adalah gerai toko di mana anda akan kembali berbelanja.

3. Lokasi

Mengapa bioskop dan food court selalu ditempatkan di lantai paling atas, atau mungkin di lantai paling bawah, yang justru jauh dari lokasi pintu keluar dan masuk? Dan mengapa department stores ditempatkan di pojok-pojok yang jauh dari mall? Sekali lagi, ini adalah cara strategis untuk membuat konsumen menjelajahi mall sehingga mereka akan berpeluang membeli sesuatu.

4. Pemisahan (clustering)

Apakah anda penasaran mengapa banyak gerai toko sejenis ditempatkan sejajar dana tau bersebelahan? Arvind Singhai dari Technopak Advisors menjelaskan kepada DNA India: “Banyak toko fashion bersebelahan satu dengan lainnya. Hal ini bukan dimaksudkan agar pembeli membandingkan tetapi justru agar mereka membeli setiap barang yang ditawarkan dari setiap gerai.

5. Tidak ada penanda waktu

Sangat mustahil menemukan jam dinding atau penanda waktu di mall. Banyak juga yang tidak memiliki jendela untuk sekadar melihat ke dunia luar. Hal itu dimaksudkan agar kita tenggelam dan menghabiskan waktu di sana.

6. Parkir mobil yang mengesalkan

Bagian terburuk dari mall adalah area parkir kendaraan yang membingungkan dan mengesalkan. Hal itu lah yang membuat anda malas keluar dari mall karena melihat antrian mobil yang keluar sangat memuakkan. Alhasil, anda akan lebih banyak menghabiskan waktu menunggu di dalam mall.

Indonesia Gaya Hidup Hiburan