Apakah Bank Ari-Ari Cukup Berharga? Kisah Seorang Ibu Baru Menyusun Analisis Biaya-Manfaat

Share this article with other mums

Bagaimana Anda membuat keputusan yang dapat menyimpan potensi pengaruh terhadap masa depan anak Anda? seorang Ibu baru dan terapis spesialis intervensi dini bergulat dengan pertanyaan berikut: apakah ari-ari cukup berharga?

Sebagai ibu baru, saya ingin melakukan yang terbaik untuk anak saya. Saya ingin periksa ke dokter terbaik, membeli kereta dorong paling nyaman, kursi mobil teraman … daftarnya pun terus berlanjut.

Tapi di mana batasnya? Ada begitu banyak informasi di ujung jari saya, bagaimana saya bisa menyaring fakta? Kapan sebetulnya saya telah membuat keputusan yang baik dan kapan pula saya telah terjerumus sebagai korban pemasaran palsu atau false marketing?

Saat terjebak di persimpangan jalan sembari sedang menimbang-nimbang demi kebaikan sang buah hati, saya mencoba mengingat 3 hal berikut:

  • Selalu upayakan untuk melakukan cross-check dengan sumber artikel
  • Bertanya pada para Ibu lain yang telah membuat keputusan-keputusan serupa
  • Dan yang paling penting, percaya pada firasat.

Baru-baru ini saya melakukan riset yang cukup besar, bolak-balik menakar sebuah keputusan besar. Haruskah saya menyimpan ari-ari bayi saya di bank ataukah itu semua hanya buang-buang waktu dan biaya?

1. Bertanyalah pada diri sendiri: apa keuntungan yang bisa didapatkan?

Bagi Anda yang betul-betul mempertimbangkannya, kegiatan ini pasti bermanfaat. Tapi di hari-hari dan masa seperti sekarang, dengan begitu besar terpaan klaim tak berdasar, kita harus memastikan bahwa manfaat ini nyata.

Dalam kasus ari-ari, bagian ini merupakan tali pusar dan plasenta yang membungkus bayi baru lahir dan mengandung sel batang dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang dapat membahayakan darah dan sistem kekebalan tubuh, seperti leukemia. Para ilmuwan masih mempelajari terobosan-terobosan yang bisa dilakukan menggunakan ari-ari untuk mengobati lebih banyak penyakit, seperti cerebral palsy atau bahkan autisme.

2. Berapa besar uang yang harus dikeluarkan?

Para Ibu baru seringkali menghabiskan terlalu banyak uang bagi anak pertama mereka, semata-mata karena kita masih harus mencari tahu apa yang harus dilakukan. Saat membuat keputusan, pertimbangkanlah juga faktor biaya dan apakah sebetulnya keuangan Anda mampu.

Ari-ari dapat dipisahkan dari bayi baru lahir tanpa rasa sakit, untuk kemudian disimpan dalam bank penyimpanan yang biasanya dikelola pihak swasta. Namun, penyimpanan di bank swasta harganya cukup tinggi, sekitar $1500 – $2500 untuk biaya penyimpan pertama, dan setiap tahunnya ada biaya storage tambahan bernilai $100 – $150.

3. Apakah nilainya sepadan?

Setelah menanyakan dua pertanyaan terakhir pada diri sendiri, Anda sesungguhnya telah menentukan bahwa keuntungan yang didapat ternyata melebihi biaya yang dikeluarkan, atau sebaliknya. Namun terkadang lebih gampang mengucapkan dibandingkan melakukannya, karena bagi anak, tidak ada yang namanya label harga.

Karena riset terakait ari-ari masih terus berlangsung hingga kini, ada banyak hal yang tak kita ketahui tentangnya. Riset terbaru mengenai ari-ari baru memasuki masa percobaan, jadi tidak ada keputusan yang baku mengenai apa saja keuntungannya.

Lebih jauh lagi, bisa jadi anak Anda tak akan pernah membutuhkannya. Parent’s Guide to Cord Blood Foundation mengestimasi bahwa hanya 1 dari 217 kesempatan anak Anda membutuhkan tanam sell, kecuali keluarganya memiliki riwayat leukemia. Namun demikian, jika anak Anda pernah menghadapi penyakit autoimun, ari-ari bisa menjadi bagian perawatan medis yang relatif aman dan terbukti memiliki hasil positif.

***

Seperti yang Anda lihat, ada pro dan kontra terkait penyimpanan ari-ari di bank dan begitu sulit membuat keputusan ini, terutama karena status ibu baru seperti saya.

Saat pergi ke rumah sakit untuk periksa bulanan, ada agen bank swasta yang mendekati saya dengan selembar brosur dan saya jadi bertanya-tanya apakah saya merupakan sasaran empuk false marketing karena toh risetnya saja masih dalam tahap eksperimen, atau jika sekalipun memang diharuskan untuk memilih, saya lebih memberatkan untuk mengamankan masa depan anak saya.

Saya masih belum memutuskan. Saya tak ingin membuat keputusan yang keliru, tapi saya juga tak ingin menghambur-hamburkan uang saya. Ada terlalu banyak informasi di luaran sana dan saya harap Anda juga tak pernah berhenti membaca dan belajar karena saya juga berencana akan melakukan hal tersebut. Ketahuilah bahwa Anda tak sendirian. Kita sebagai Ibu baru selalu mencoba untuk membuat keputusan terbaik dan di penghujung hari, terkadang sekedar mencoba melakukan upaya terbaik yang bisa kita lakukan sesungguhnya justru menjadi hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk buah si hati.

Perjalanan Hidup Orang tua